Langsung ke konten utama

Postingan

Ratih Siti Aminah, M.Si. "Maknai Kesetaraan dalam Profesi Wartawan"

Tubuh kita itu akan menggiring kita kepada hal yang kita yakini, itu yang selalu saya yakini di hati. “Kesetaraan Gender” begitulah istilah yang kerap kita dengar di era post-modern ini. Melalui sosok R.A. Kartini, persamaan hak antara kaum lelaki dan perempuan telah diperjuangkan pada zamannya. Kilas dalam sejarah, dulu wanita Indonesia memang dianggap memiliki derajat yang lebih rendah dari pria. Hal itu yang kemudian menjadikan wanita tidak dapat bersekolah serta tidak mendapatkan perlakuan yang sama. Namun saat ini tentunya peran wanita justru semakin eksis dalam berbagai bidang. Salah satunya, saya bsempat bertemu dengan  seorang wartawan wanita yang bersedia  membagikan pengalamannya. Terkenal dengan salam semangat dan senyumannya yang khas, Ratih Siti Aminah, M.Si., menekuni dunia kewartawanan sejak tahun 1995. Ia juga berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas swasta terbesar di Kota Bogor, dan tetap menjalani kodrati sebagai ibu. Menurut...

Berbagi Cerita Maroon Day 2015: Seven Come Membawa Harapan Baru Bagi HIMNI

Maroon Day kembali dihelat pada 20 Desember 2015 lalu di Gelanggang Olah Raga (GOR) B Padjajaran Kota Bogor. Perayaan ulang tahun Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan itu, merupakan program kerja Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himni). Berbeda dari tahun sebelumnya yang diselenggarakan khusus mahasiswa Ilmu Komunikasi, Maroon Day kali ini diadakan di luar kampus dengan melibatkan jajaran dosen, mahasiswa Ilmu Komunikasi, himpunan mahasiswa, serta dibuka umum. Acara itu pula dihadiri Dr. H. Bibin Rubini, M.Pd, selaku Rektor Unpak. “ Tema tahun ini S even C ome. Menandakan ulang tahun y ang ke7 ,” ujar Ketua Pelaksana, Naufal Ichvanda Maulana, semester 5 jurusan Broadcast. Naufal memaparkan, Himni kian mendewasa. Walaupun ego dan idealis bercampur dalam prosesnya, suasana kekeluargaan dan kekompakan semakin terasa menjelang hari-H.

Di Balik Best Seller Sebuah Karya

gambar: pixabay Menjelajah dunia literasi tentu kita diajak membaca ragam tulisan. Karya tulis dianggap sebagai wadah untuk menuangkan pikiran, gagasan, dan merupakan sebuah refleksi dari fenomena yang akan maupun yang telah terlewati. Dalam hal itu, kita sebut saja buku menjadi sewujud karya buatan penulis. Apresiasi darinya bisa berbentuk penjualan yang melejit, hingga buku kerap mengalami cetak ulang dalam rentang tahun tertentu.

Ulik Mata Kuliah Baru Jurusan Sastra Indonesia

Gambar Ilustrasi : Sinematografi Universitas Pakuan , Bogor – Menjadi wacana, Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya akan mengadakan mata kuliah Sinematografi pada tahun ajaran baru (25/06/2015). Pelaksanaan pemutaran serta pengkajian film fiksi oleh Himpunan Sastra Indonesia (Himsina) beberapa waktu lalu di gedung FISIB pun turut mensinyalir adanya wacana tersebut. Dilansir dari harian Beranda pers , Ketua Pelaksana Suci Putri mengatakan, “Tujuan acara ini sekaligus ingin memperkenalkan adanya mata kuliah baru di jurusan kami, yaitu Sinematografi” (9/6). Ketua Himsina Rama, mengaku belum bisa menanggapi banyak mengenai mata kuliah baru tersebut. “Bagus ya. Jadi Sastra itu luas, tidak sekedar bermain dalam novel dan cerita saja,” katanya. Hasil penelusuran, menurut salah satu Dosen Sastra Indonesia Drs.Sasongko S. Putro, MM., Mata Kuliah Sinematografi ini tidak mengkaji dari segi teknis pembuatan film, karena itu merupakan ranah Ilmu Komunikasi. M...

“Tingkatkan Pengetahuan Mahasiswa, Kuliah Umum Unpak Gandeng KNKT”

Rabu lalu (13/05/15), Universitas Pakuan yang bekerjasama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelenggarakan Kuliah Umum dengan judul: Peran Investigasi Safety KNKT Dalam Meningkatkan Keselamatan Transportasi Indonesia, bertepatan di aula Fakultas Ekonomi, R.B1-I . Acara tersebut turut dihadiri Dr. H. Bibin Rubini, M.Pd selaku Rektor Universitas Pakuan, sederet Wakil Rektor dan Dekan Fakultas, serta diikuti sejumlah Mahasiswa yang kurang lebih 30 orang perwakilan dari masing fakultas.

Refleksikan Diri dengan Berpuisi

gambar: pixabay “Sudahkah kau minum puisimu hari ini?” – Helvy Tiana Rosa . Sebuah   kutipan dari salah satu penulis ternama tersebut, menjadikan puisi merupa seteguk air yang dibutuhkan dalam kehidupan. Melalui medium tersebut, seseorang dapat dengan lepas mengungkapkan segala sesuatu yang dirasa, pikir, maupun meninjau sesuatu dari sudut pandang. “Menulis puisi membuat seorang pecundang menjadi pemberani, karena dari sana kita belajar menyampaikan apa yang tidak dapat diungkapkan. Puisi juga bagian dari upaya mengkritisi, atau untuk mengabadikan suatu momen,” papar Usup Supriyadi, selaku narasumber dalam pertemuan kedua FLP Bogor Pramuda, Minggu (12/4/15) lalu di Kompleks Auditorium Thoyyib, IPB Dramaga Bogor. Dalam hal ini, puisi memang belum sepenuhnya bisa menempati ruang hati para penulis atau pembaca. “Suka nggak suka sih. Suka, kalau isi puisinya mudah dimengerti, apalagi kalau  ngena  sama suasana hati, alias  ‘gue banget’.  Kalau bahasanya rumit,...

Prioritaskan Pendidikan, Bisnis Kreatif Menjadi Andalan

gambar: pixabay                “Ketika itu saya melihat sudah tak ada sepeserpun uang di saku. Kemudian saya berpikir, apa yang bisa dilakukan? Sedangkan yang ada hanya uang untuk kuliah. Sekitar 15 juta, itu pun hasil saya menabung selama tiga tahun saat SMA.”